News & Events

Pabrikan otomotif dari Jepang, Toyota mengumumkan persiapannya untuk masuk dalam industri mobil listrik (Electric Vehicle) dengan rencana investasi besar 1,5 triliun yen atau sekitar Rp 179 triliun. Dengan dana investasi yang cukup besar ini, nantinya Toyota akan mengembangkan serta mencoba untuk memproduksi baterai mobil listrik pada tahun 2030.

Pabrikan mobil Jepang tersebut juga akan mulai secara bertahap mengurangi model mobil yang masih mengadopsi mesin konvensional sampai tahun 2025. Investasi dari Toyota ini juga sekaligus menjadi jawaban dari pertanyaan beberapa pihak di pasar otomotif utama yaitu seperti di China dan juga wilayah lainnya yang juga gencar mendorong elektrifikasi karena adanya masalah lingkungan. Sebagai salah satu produsen mobil teratas di dunia ini sering kali dikritik dikarenakan tidak merespon tentang tren mobil listrik dengan cepat.

Seperti dilansir dari halaman Nikkei, wakil presiden dari Toyota Jepang, Shigeki Terashi mengatakan bahwa mereka berharap bisa menjadi pemimpin pasar di segmen kendaraan listrik ini.

Dirinya juga berharap bahwa di tahun 2025, semua model mobil yang dijual secara global oleh pabrikan mobil Toyota harus sudah berupa mobil listrik, plug-in hybrid, hybrid atau juga model mobil konvensional yang mempunyai versi elektrifikasi lainnya.

Pabrikan mobil Toyota akan mulai meluncurkan mobil listrik buatan mereka pada tahun 2020 dan akan dimulai dari negara China, Jepang, India, Eropa dan juga Amerika Serikat. Selain itu, Toyota juga mempunyai rencana untuk meluncurkan lebih dari 10 model mobil baru secara global pada semester pertama tahun 2020.

Minggu lalu, pabrikan mobil Toyota baru saja mengumumkan kerjasama mereka dengan produsen barang elektronik, Panasonic untuk menetapkan standar utama bagi baterai yang akan digunakan pada mobil listrik. Presiden Toyota, Akio Toyota berharap penjualan mobil listrik akan meningkat hampir empat kali lipat menjadi 5,5 juta unit mobil atau setengah dari total penjualan global di tahun 2030.

Selain tentang investasi besar untuk segmen mobil listrik, pabrikan mobil Toyota juga diketahui telah bekerjasama dengan Nissan dan juga Honda untuk bisa membangun jaringan stasiun pengisian bahan bakar (SPB) Hidrogen untuk mobil dengan teknologi fuel cell.

Scuto Laminating dengan Nano Ceramic melindungi mobil anda dari jamur dan kotoran-kotoran lainnya.

Leave a Reply